Semakin banyak orang yang memilih untuk melakukan perjalanan sendirian, fenomena yang sering dikenal sebagai “soloย traveling“. Di Indonesia, dengan keberagaman keindahan alam dan warisan budayanya, terdapat sejumlah destinasi wisata yang menawarkan pengalaman soloย travelingย yang unik dan mendalam, sekaligus berfungsi sebagai tempat “penyembuhan”.
Tren ini terus berkembang, seperti dicatat oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Data terbaru dari Travel Healing dan Ekonomi Kreatif yang menunjukkan bahwa liburan yang menyelaraskan diri dengan kegiatan penyembuhan menjadi salah satu tren pariwisataย yang sangat diminati.
Wisata sambilย healingย bukan sekadar perjalanan untuk bersenang-senang, tetapi juga melibatkan aktivitas yang berfokus pada kesejahteraan. Harapannya, melalui pengalaman ini, seseorang dapat mengurangiย stresย yang disebabkan oleh rutinitas sehari-hari dan pada akhirnya, meningkatkan kualitas hidup.
1. Kintamani, Bali
Selain pergi ke Ubud, Anda dapat melakukan perjalanan solo sambilย healingย diย Kintamani. Keberadaan alam dan pemukiman tradisional Bali yang menenangkan memberikan nuansa syahdu pada liburan Anda.
Di Kintamani, terdapat berbagai aktivitas yang dapat dijalani saat soloย traveling. Salah satu kegiatan yang direkomendasikan adalah memulai hari dengan menikmati pemandangan matahari terbit dari puncak Gunung Batur. Setelah itu, Anda dapat mengunjungi Danau Batur.
Anda memiliki opsi untuk menyewa perahu dan mengeksplorasi sudut-sudut danau dengan tenang. Anda juga bisaย singgah sejenak di Pura Ulun Danu yang terletak di tepi Danau Batur. Kabarnya, banyakย wisatawanย yang mencari kedamaian di Pura ini.
2. Pulau Kolorai, Maluku Utara
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4653950/original/099406100_1700314019-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_20.08.00_1d6b3398_2.jpg)
Menyuguhkan keindahan alam yang luar biasa, tidak mengherankan jika Pulau Kolorai di Maluku Utara menjadi salah satu tujuan wisata yang diminati untuk soloย traveling. Tidak hanya menghadirkan pemandangan pegunungan, Pulau Kolorai menawarkan pengalaman penyembuhan melalui kegiatan snorkeling, memungkinkan pengunjung menjelajahi keajaiban bawah laut yang khas dari Kepulauan Maluku.
Selain dapat melihat terumbu karang yang indah dan ratusan ikan hias yang memukau, pengunjung jugaย berkesempatan untuk menemukan artefak sejarah dari Perang Dunia II. Untuk pengalaman yang lebih mengasyikkan, cobalah menyempatkan diri untuk berenang bersama kawanan hiu sirip hitam di Mitita Shark Point.
3. Labuan Bajo, NTT
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4653424/original/078264500_1700269458-WhatsApp_Image_2023-11-16_at_3.01.01_PM.jpeg)
Sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP), Labuan Bajo menjadi pilihan menarik untuk soloย travelingย sambil menjalani proses penyembuhan, dan tempat ini patut untuk dijelajahi. Salah satu destinasi yang sebaiknya tidak dilewatkan adalah Desa Adat Wae Rebo. Meski memerlukan perjalanan trekking selama 3–4 jam dari Desa Denge, keindahan alam dan kelestarian budaya yang masih terjaga di Desa Wae Rebo tidak akan mengecewakan.
Di sini,ย Andaย dapat berdampingan bahkan bermalam di salah satu dari tujuh rumah tradisional Mbaru Niang. Pengunjung dapat menikmati pemandangan yang memukau sambil belajar seni menenun dan menyaksikan pertunjukan budaya adat yang dijaga dengan baik.
4. Desa Wisata Rejowinangun, Yogyakarta
ika mengunjungi kawasan Malioboro di Yogyakarta sudah menjadi rutinitas, sesekali mencoba soloย travelingย ke Desa Wisata Rejowinangun. Di desa wisata ini,ย Anda memiliki kesempatan untuk mengenal budaya dan tradisi pembuatan jamu yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh penduduk setempat.
Desa Wisata Rejowinangun memiliki Klaster Herbal yang erat kaitannya dengan “jamu”. Semua jamu yang disajikan dibuat dari rempah-rempah yang ditanam sendiri dan memiliki aroma yang khas. Setelah menikmati berbagai jenis jamu di Desa Wisata Rejowinangun,ย Anda dapat menjelajahi seni budaya, kerajinan, dan kuliner yang tak kalah menarik di desa wisata ini.
5. Tawangmangu, Jawa Tengah
Ternyata, Tawangmangu juga terkenal sebagai destinasi wisata soloย travelingย yang ideal untuk kegiatan penyembuhan. Di samping menikmati keindahan pemandangan sawah dan udara sejuk di sekitar Gunung Lawu,ย Anda dapat menjalani proses penyembuhan di Tawangmangu dengan mengunjungi Rumah Atsiri.
Rumah Atsiri dipenuhi dengan berbagai jenis bunga berwarna-warni yang indah. Selain menikmati kecantikan bunga,ย Anda juga dapat mengunjungi museumย essential oilย untuk mengetahui sejarah minyak atsiri yang merupakan produk ekonomi kreatif khas Tawangmangu. Bahkan,ย Andaย bisa mencobaย membuat berbagai produk perawatan tubuh alami secara mandiri.
Perkembangan Wisata Bahari Indonesia
![[Bintang] Sulawesi](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/_40cBkASwGYweV3lIah4t5O1h0U=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc()/kly-media-production/medias/1526893/original/018043300_1488699876-1.jpg)
Indonesia sebagai negara kepulauan punya potensi pengembanganย wisata bahariย yang amat besar. Pariwisata bahari merupakan sektor vital yang menumbuhkan perekonomian di berbagai negara,ย termasuk Indonesia. Karena itu, diperlukan pengembanganย wisata bahari berkelanjutanย dan jangan terlalu mengobral murah melalui beberapa strategi, di antarannya manajemen pengelolaan wisata bahari, regulasi lintas sektoral, dan strategi manajemen ekonomi.
Menurut Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Vinsensius Jemadu dalam keterangan tertulisnya pada TRAVEL HEALING Senin, 19 Januari 2026, pengembangan wisata bahari berkelanjutan didukung perubahaan paradigma dalam pembangunan pariwisata oleh Pemerintah.
Bila dalam RPJMN 2015-2019ย roadmap pariwisata berorientasi pada jumlah kedatangan wisatawan (kuantitas), dalam RPJMN lebih menitikberatkan pada pariwisata berkelanjutan atau quality tourism experienceย danย sustainbilty tourismย (kualitas). Harapannya, pariwisata Indonesia dalam jangka panjang di tahun 2030 sudah dapat menjadiย World-Class Integratedย andย Sustainable Tourism Growth Destination.
“Pengembangan pariwisata bahari Indonesia kedepannya tidak lagi fokus mengejar target jumlah kunjungan wisatawan atau kuantitas, melainkan mendorong pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Wisata bahari berkelanjutan adalah pengembangan konsep berwisata yang dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang baik dari sisi peduli lingkungan, sosial, budaya, hingga ekonomi berkelanjutan,”


Leave a Reply