MEDIA TRAVEL HEALING Tren perjalanan di kalangan Generasi Z mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya destinasi populer dan ramai wisatawan menjadi incaran, kini anak muda lebih memilih pengalaman yang autentik dengan membaur langsung bersama budaya serta kehidupan masyarakat setempat.
Co-founder dan Chief Marketingย Gaery Undarsaย menuturkan, perubahan ini tak lepas dari meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap nilai autentisitas dan keberlanjutan dalam berwisata.
โMereka lebih mengutamakan pengalaman autentik saat berkunjung ke suatu destinasi. Istilah yang sering digunakan adalahย local immersion, yakni benar-benar membaur dengan kehidupan dan budaya setempat. Karena itu, mereka cenderung menghindari lokasi yang terlalu ramai atau terlalu turistik,โ
Generasi Z kini lebih tertarik pada destinasi yang belum banyak dikenal atau belum dipadati wisatawan. Keunikan serta pengalaman yang berbeda dari arus utama justru menjadi daya tarik utama. Bahkan, semakin tersembunyi sebuah tempat, semakin tinggi pula nilai eksklusivitas yang dirasakan saat mengunjunginya.
Gaery menambahkan, konsepย coolcationsย juga semakin diminati. Istilah tersebut merujuk pada destinasi yang dinilai memiliki daya tarik unik dan kesan โkerenโ di kalangan anak muda. Biasanya, lokasi tersebut bukan tujuan wisata arus utama dan kerap disebut sebagaiย hidden gem.
Selain itu, tren perjalanan Gen Z juga mengarah pada destinasi bersuhu sejuk dengan panorama alam yang menenangkan. Konsep ini dinilai selaras dengan preferensi mereka yang ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Tak hanya itu, aspek keberlanjutan turut menjadi pertimbangan penting. Generasi Z cenderung memilih destinasi yang menerapkan prinsip ramah lingkungan serta praktik pariwisata berkelanjutan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa bagi Gen Z, perjalanan bukan sekadarย healingย atau mencari konten media sosial. Lebih dari itu, mereka mengejar pengalaman bermakna yang melibatkan interaksi mendalam dengan budaya, alam, dan masyarakat lokal. (rra/fir)


Leave a Reply