Ada kalanya tubuh terasa tegang tanpa kita benar-benar tahu sebabnya. Di tengah ramainya notifikasi dan tuntutan yang datang silih berganti, banyak perempuan terbiasa tetap tampak baik-baik saja. Tak jarang di balik itu, ada lelah yang belum sempat diberi ruang untuk diakui. Di awal tahun 2026, puluhan perempuan duduk melingkar di kawasan Asram Edupark, Yogyakarta.

Mereka datang usai menyaksikan pertunjukan URUP 2026 oleh Kunto Aji. Kehadiran mereka bukan sekadar untuk berkumpul, melainkan mengikuti aktivasi bertajuk โ€œNyala Dalam Dirimuโ€ yang diinisiasi oleh Kushandari Arfanidewi, atau yang dikenal sebagai Kelinci Tertidur.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang aman bagi perempuan untuk melepas ketegangan, berbagi cerita, dan memulai tahun dengan kesadaran yang lebih utuh.

โ€œSebagai perempuan terkadang kita menemui banyak sekali distraksi yang menimbulkan ketegangan, yuk kita mulai awal tahun ini dengan berkesadaran penuh,โ€

Yoga Beksan: Tubuh yang Bergerak, Energi yang Mengalir Rangkaian dibuka dengan Yoga Beksan, perpaduan yoga dan tarian Jawa yang diiringi gamelan serta lantunan sinden. Para peserta mengenakan selendang, bergerak perlahan mengikuti arahan koreografer Kinanti Sekar. โ€œKita akan memulai sesi Yoga Beksan dengan menggunakan selendang ini dan diiringi dengan gamelan Jawa,โ€

Gerakan yang awalnya canggung perlahan berubah menjadi aliran yang lebih cair. Di antara ayunan tangan dan langkah kaki, tubuh seolah diberi izin untuk berbicara, tentang lelah yang tertahan, tentang emosi yang belum sempat diproses. Yoga Beksan bukan sekadar gerak estetis, melainkan medium untuk mengendurkan ketegangan yang selama ini tersimpan di tubuh.

Yoga Beksan memadukan gerak tari Jawa, napas, dan kesadaran batin. Bukan soal performa, tapi harmoni tubuh dan rasa dalam tradisi.

Meditasi Rahim dan Keberanian untuk Rentan Setelah tubuh bergerak, peserta diajak masuk ke sesi meditasi bersama Fatimah Amira, seorang Holistic Healing Coach. Fokus diarahkan pada area rahim, simbol penciptaan, intuisi, dan pengelolaan emosi. โ€œKami semua hadir utuh, menyelaraskan niat dan energi secara bersama. Merangkul luka dan suka, serta memancarkan doa terbaik untuk semesta,โ€

Di lingkaran healing itu, rasa percaya diri, kerentanan, sekaligus keberanian muncul bersamaan.

Banyak perempuan yang selama ini terlihat kuat di luar, mengizinkan dirinya untuk jujur terhadap rasa takut, marah, atau sedih yang tersimpan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *