MEDIA HEALING Di tengah ritme kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, banyak orang mencari healing atau penyembuhan jiwa untuk melepas stres. Dalam tradisi Islam, momen 10 malam terakhir bulan Ramadan menawarkan sarana healing spiritual paling paripurna melalui ibadah Qiyamul Lail dan Ihya’ al-Lail

Qiyamul lail di 10 malam terakhir Ramadhan hadir sebagai oase ketenangan yang tak tertandingi. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra’: 79,ย “Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

Isnan Ansory, Lc.,ย M.Ag.,ย dalam Buku Qiyamul Lail dan Ramadhan menjelaskan bahwa ayat ini menjadi fondasi utama pensyariatan qiyamul lail sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sekaligus terapi jiwa.ย Melalui qiyamul lail, seorang hamba melepas penat duniawi, meraih ampunan, dan menemukan ketenangan sejati.

Qiyamul Lail tidak sekadar menyembuhkan hati, tetapi juga mengangkat derajat di sisi Allah. Berikut ini adalah ulasan healing spiritual lewat qiyamul lail di 10 malam terakhir. Simak selengkapnya.

10 Malam Terakhir, Momentum Puncak Spiritual Ramadhan

Memasuki 10 malam terakhir Ramadhan, suasana ibadah seharusnya berubah drastis. Rasulullah ๏ทบ memberikan teladan terbaik dalam hal ini. Sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha:

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ุดูŽุฏูŽู‘ ู…ูุฆู’ุฒูŽุฑูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุญู’ูŠูŽุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽูŠู’ู‚ูŽุธูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽู‡ู

“Jika Rasulullah ๏ทบ memasuki 10 malam terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (menjauhi istri), menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan:

ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฌู’ุชูŽู‡ูุฏู ูููŠ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู ู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุฌู’ุชูŽู‡ูุฏู ูููŠ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู

“Beliau bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir melebihi kesungguhan di malam lainnya.” (HR. Muslim)

Isnan Ansory dalam bukunya menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “menghidupkan malam” (ihya’ al-lail) adalah menghidupkan malam dengan beragam ibadah, tidak terbatas pada shalat saja, namun dapat pula berupa membaca Al-Qur’an, dzikir, belajar ilmu, dan lainny.

Qiyamul Lail: Definisi dan Keutamaannya

ย Qiyamul lail secara bahasa bermakna berdiri (qiyam) di malam hari (al-lail) dalam rangkaian ritual ibadah shalat. Maka, qiyamul lail adalah setiap ibadah shalat yang dilakukan pada malam hari, mencakup shalat fardhu Maghrib dan Isya’, shalat rawatib, shalat tarawih, shalat tahajjud, dan shalat witir .

Keutamaan Qiyamul Lail untuk Kesehatan Mental dan Spiritual

Qiyamul lail memiliki keutamaan luar biasa yang relevan dengan konsep healing modern:

1. Mendekatkan Diri kepada Allah (Qurbah)

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูู‚ููŠูŽุงู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ุฏูŽุฃูŽุจู ุงู„ุตูŽู‘ุงู„ูุญููŠู†ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ู‚ููŠูŽุงู…ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ู‚ูุฑู’ุจูŽุฉูŒ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ู‡ูŽุงุฉูŒ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุฅูุซู’ู…ู ูˆูŽุชูŽูƒู’ูููŠุฑูŒ ู„ูู„ุณูŽู‘ูŠูู‘ุฆูŽุงุชู ูˆูŽู…ูŽุทู’ุฑูŽุฏูŽุฉูŒ ู„ูู„ุฏูŽู‘ุงุกู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู

“Kerjakanlah shalat malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Shalat malam adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari dosa, penghapus kesalahan, dan penangkal penyakit dari tubuh.” (HR. Tirmidzi, no. 3543)

Dalam hadits ini, terdapat kata “muthradatun lid-daa’i ‘anil jasadi” yang berarti penangkal penyakit dari tubuh. Ini adalah bentuk healing yang sempurna: kesehatan mental dan fisik .

2. Jaminan Masuk Surga dengan Selamat

ุฃูŽูู’ุดููˆุง ุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุทู’ุนูู…ููˆุง ุงู„ุทูŽู‘ุนูŽุงู…ูŽุŒ ูˆูŽุตูŽู„ูู‘ูˆุง ุจูุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ู†ููŠูŽุงู…ูŒุŒ ุชูŽุฏู’ุฎูู„ููˆุง ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ ุจูุณูŽู„ูŽุงู…ู

“Sebarkanlah salam, berilah makan, dan shalatlah di malam hari saat manusia tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi, no. 2485; Ibnu Majah, no. 1334)

Ketenangan dan “keselamatan” yang hakiki adalah ketika jiwa kita sampai pada Tuhan dalam keadaan damai. Itulah healing sejati.

3. Gambaran Orang Bertakwa

Allah SWT berfirman menggambarkan ciri orang bertakwa:

ูƒูŽุงู†ููˆุง ู‚ูŽู„ููŠู„ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ู…ูŽุง ูŠูŽู‡ู’ุฌูŽุนููˆู†ูŽ * ูˆูŽุจูุงู„ู’ุฃูŽุณู’ุญูŽุงุฑู ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู†ูŽ

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Adz-Dzariyat: 17-18)

Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang berkualitas adalah mereka yang mampu mengelola malamnya untuk hal produktif secara spiritual, bukan sekadar tidur.

Qiyamul Lail sebagai Healing Spiritual

Lalu, bagaimana tepatnya qiyamul lail di 10 malam terakhir menjadi sarana healing spiritual? Berikut penjelasannya:

1. Menemukan Ketenangan di Tengah Sunyi

Di sepertiga malam terakhir, saat dunia terdiam dan hiruk-pikuk kehidupan berhenti, seorang hamba berdiri menghadap Rabb-nya. Suasana sunyi sangat membantu untuk menenangkan diri dan berkontemplasi. Inilah “me time” yang sesungguhnya bersama Sang Pencipta, melepaskan semua beban duniawi.

2. Pelepasan Beban Dosa

Salah satu bentuk healing terbesar adalah ketika seseorang merasa diampuni. Qiyamul lail di bulan Ramadhan, terutama di 10 malam terakhir, menjanjikan ampunan dosa. Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู

“Barangsiapa melaksanakan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini sebagai dasar utama keutamaan qiyam Ramadhan. Bahkan secara khusus, untuk Lailatul Qadar, disebutkan:

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู…ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Doa dan Harapan Baru

Pada malam-malam ini, dianjurkan untuk memperbanyak doa, terutama doa yang diajarkan Rasulullah kepada Aisyah:

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุนูŽูููˆูŒู‘ ุชูุญูุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽูู’ูˆูŽ ููŽุงุนู’ูู ุนูŽู†ูู‘ูŠ

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai orang yang meminta maaf, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lainnya)

Doa ini adalah inti dari healing spiritual: memohon ampunan dan memulai lembaran baru yang bersih.

Panduan Praktis Qiyamul Lail di 10 Malam Terakhir

Terdapat praktik pembagian shalat malam pada 10 hari terakhir, terutama bagi yang membiasakan 20-23 rakaat tarawih di awal Ramadhan. Syaikh Shaleh Al-Fauzan menjelaskan mereka shalat sepuluh rakaat pada awal malam dan mereka namakan Tarawih, dan menunaikan sepuluh rakaat pada akhir malam sambil memperpanjang shalat dengan witir tiga rakaat dan mereka menamakan qiyam.

Ini hanya perbedaan nama saja. Semuanya boleh saja dinamakan Tarawih atau dinamakan qiyam danย menunjukkan fleksibilitas dalam ibadah malam. Yang penting adalah semangat untuk memperbanyak ibadah di malam-malam mulia ini.

Dzikir dan Doa Setelah Qiyamul Lail: Penyempurna Healing

Setelah melaksanakan shalat malam, dianjurkan untuk membaca dzikir dan doa. Berikut dzikirnya:

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ููƒู ุงู„ู’ู‚ูุฏูู‘ูˆุณู

Subhaanal malikil quddus (3 kali)

Artinya: “Maha Suci Allah, Raja Yang Maha Suci.”

Dalam riwayat lain, ditambahkan:

ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฑูู‘ูˆุญู

Rabbil malaa’ikati war ruuh

Artinya: “Tuhan (pemelihara) para malaikat dan Jibril.”

Dzikir ini didasarkan pada hadits shahih dari sahabat Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ๏ทบ ุฅูุฐูŽุง ุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ูˆูุชู’ุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ููƒู ุงู„ู’ู‚ูุฏูู‘ูˆุณู

“Rasulullah ๏ทบ apabila telah salam dalam shalat witir, beliau mengucapkan: ‘Subhaanal malikil quddus’.” (HR. Abu Dawud, an-Nasa’i, dan Ahmad)

Dzikir ini mengingatkan kita akan kebesaran dan kesucian Allah, menenangkan jiwa yang gelisah. Setelahnya, perbanyaklah istigfar dan doa, terutama doa sapu jagad:

ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุขุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู

Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”

Ketenangan Hakiki di 10 Malam Terakhir

Healing spiritual melalui qiyamul lail di 10 malam terakhir Ramadhan adalah investasi terbesar bagi kesehatan mental dan spiritual seorang Muslim. Di saat orang lain terlelap tidur, kita berdiri menghadap Rabb, mencurahkan isi hati, memohon ampunan, dan meraih ketenangan yang tak ternilai.

Isnan Ansory dalam bukunya mengingatkan bahwa esensi dari qiyamul lail bukanlah sekadar ritual fisik, tetapi bagaimana kita benar-benar menghidupkan malam dengan keikhlasan dan kekhusyukan. Momentum 10 malam terakhir adalah kesempatan emas yang sayang untuk dilewatkan.

Maka, mari kita maksimalkan sisa malam Ramadhan ini. Bangunkan keluarga, hidupkan malam dengan shalat, dzikir, dan doa. Raih ampunan dan rahmat-Nya, serta petik buah manisnya berupa ketenangan jiwa di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat. Wallahu a’lam bish-shawab.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *