Sebuah kota pegunungan di provinsi Lao Cai, Vietnam utara, kerap disebut sebagai Swiss-nya Vietnam.

Kota ini menyajikan kombinasi langka antara pemandangan pegunungan dramatis, sawah terasering hijau, dan budaya suku-suku lokal yang kental. S

uasana sejuk, kabut tipis yang menutup lembah di pagi hari, dan udara segar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari berbagai negara.

Melansir laman resmi pariwisata Vietnam Vietnam.vn, Sapa terletak di ketinggian lebih dari 1.500 meter di atas permukaan laut, sehingga menghadirkan panorama alam yang mengingatkan pada lanskap Alpen.

Dari sawah terasering Muong Hoa hingga puncak tertinggi Gunung Fansipan, dijuluki โ€œRoof of Indochinaโ€, setiap sudut kota menghadirkan pemandangan yang memesona.

Wisatawan bisa menjelajahi Fansipan dengan trekking atau naik cable car modern untuk menikmati panorama pegunungan yang luas.

Sapa juga dikenal kaya akan budaya suku-suku etnis, seperti Hโ€™Mong, Dao, Tay, dan Giay. Di desa tradisional seperti Cat Cat dan Ta Van, pengunjung dapat melihat rumah adat, kerajinan tangan lokal, serta kehidupan masyarakat sehari-hari. P

asar tradisional dan pasar mingguan seperti Bac Ha menawarkan pengalaman budaya yang hidup, mulai dari kain tenun hingga pertunjukan musik dan tarian lokal.

Fansipan Cable Car, Sapa, VietnamAktivitas yang wajib coba

Sepanjang 2025, Vietnam menjadi salah satu destinasi wisata yang paling banyak dipilih di kawasan Asia Tenggara, didorong oleh keindahan alam seperti Sapa dan Halong Bay, kekayaan budaya, kuliner autentik, serta konektivitas penerbangan internasional yang semakin baik.

Menurut data resmi dari Kementerian Pariwisata Vietnam, pada periode Januariโ€“November 2025, Vietnam menyambut lebih dari 19,1 juta wisatawan internasional, meningkat sekitar 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

1. Naik Muong Hoa Mountain Train Aktivitas: Menikmati perjalanan santai menyusuri pegunungan dan sawah terasering Muong Hoa, sambil menikmati pemandangan hijau yang menenangkan. Perkiraan harga: Rp200.000โ€“Rp350.000 per orang.

2. Fansipan Cable Car Aktivitas: Naik kereta gantung ke puncak Gunung Fansipan, gunung tertinggi di Vietnam, untuk menikmati panorama pegunungan spektakuler. Perkiraan harga: Rp450.000โ€“Rp650.000 per orang.

3. Glass Bridge Sapa Aktivitas: Menyusuri jembatan kaca di atas lembah dan tebing curam, sensasi adrenalin yang aman untuk semua pengunjung. Perkiraan harga: Rp50.000โ€“Rp100.000 per orang (tiket masuk).

4. O Quy Ho Pass Aktivitas: Melintasi jalur pegunungan dengan pemandangan spektakuler dari lembah dan pegunungan sekitar, cocok untuk berhenti sejenak berfoto atau menikmati udara segar. Perkiraan harga: Gratis atau biaya parkir sekitar Rp10.000โ€“Rp20.000 per kendaraan.

5. Patung Moana Sapa Aktivitas: Mengunjungi patung ikonik Moana yang menjadi spot foto populer di Sapa, sering dikombinasikan dengan pemandangan pegunungan di sekitarnya. Perkiraan harga: Gratis (biaya masuk sekitar lokasi bisa bervariasi).

Sapa, Vietnam

Waktu terbaik berkunjung

Melansir Auasia Travel, Sapa memiliki empat musim berbeda: Maretโ€“Mei: Suhu sejuk, bunga bermekaran. Juniโ€“Agustus: Hujan ringan, lanskap hijau subur. Septemberโ€“November: Suhu sejuk, sawah berwarna emas. Desemberโ€“Februari: Suhu dingin, kabut tebal, bahkan salju ringan di puncak Fansipan.

Terbang ke Hanoi: gerbang menuju Sapa

Langkah pertama adalah terbang ke Hanoi, ibu kota Vietnam. Tidak ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Sapa karena kota ini belum memiliki bandara internasional. Wisatawan dari Jakarta, misalnya, bisa menempuh rute Jakartaโ€“Hanoi dengan transit di Singapura, Kuala Lumpur, atau Bangkok menggunakan maskapai seperti Singapore Airlines, Garuda Indonesia, atau Vietnam Airlines.

Dari Bali, rute serupa berlaku: transit di Singapura, Kuala Lumpur, atau Ho Chi Minh City sebelum tiba di Hanoi. Total durasi perjalanan biasanya 8โ€“12 jam, tergantung lama transit. Setibanya di Hanoi, perjalanan menuju Sapa dimulai.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *