MEDIA TRAVEL HEALING Di tengah hiruk pikuk kota dan tekanan hidup digital, mendaki gunung kini menjadi pelarian populer bagi kalangan Milenial dan Gen Z. Aktivitas yang dulunya identik dengan komunitas pencinta alam kini menjelma menjadi gaya hidup sadar alam, bahkan simbol healing dan self-care.
Menurut berbagai laporan media, pendakian bukan lagi soal mencapai puncak semata. Generasi muda menganggapnya sebagai cara untuk menenangkan pikiran, membangun koneksi sosial, dan mendapatkan pengalaman hidup yang autentik.
Mengapa Milenial dan Gen Z Tertarik Mendaki?
Beberapa faktor yang mendorong popularitas ini antara lain:
โข Kebutuhan akan kesehatan mental dan fisik
Setelah pandemi, banyak anak muda menyadari pentingnya menjaga keseimbangan hidup. Gunung menjadi tempat untuk mengatur ulang pikiran.
โข Influencer & konten media sosial
Figur publik dan content creator ikut memopulerkan pendakian sebagai gaya hidup yang keren, mandiri, dan bermakna.
โข Komunitas dan solidaritas
Banyak pendaki pemula kini bergabung dengan komunitas open trip, menjadikan pendakian bukan sekadar aktivitas solo, tapi ruang untuk bertemu orang baru dan saling menguatkan.
Perempuan dan Pemula Semakin Banyak Turut Serta
Hal menarik lainnya adalah meningkatnya partisipasi perempuan muda dalam aktivitas ini. Jika dulu mendaki identik dengan kegiatan โcowok bangetโ, kini sudah banyak perempuan yang menaklukkan gunung-gunung tinggi, bahkan jadi leader tim ekspedisi.
Pendaki pemula pun tak perlu khawatir. Saat ini banyak open trip terpercaya yang menyediakan panduan, peralatan lengkap, dan edukasi tentang keselamatan. Tren ini membuat dunia pendakian lebih inklusif dan terbuka untuk siapa saja.
Tips Aman Bagi Pendaki Pemula
Jika Anda tertarik untuk mulai mendaki, berikut beberapa tips praktis:
โข Mulai dari gunung yang ramah pemula dari 1.000 Mdpl, seperti Lorokan, Kelud, atau Pundak
โข Ikut komunitas open trip resmi agar mendapat bimbingan dan teman seperjalanan.
โข Gunakan perlengkapan standar seperti sepatu hiking, jas hujan, headlamp, dan tas carrier ergonomis.
โข Persiapkan mental dan fisik, jangan asal ikut-ikutan tren.
โข Hormati alam, jangan tinggalkan sampah, dan jaga kelestarian jalur.
Lebih dari sekadar mencapai ketinggian, pendakian menawarkan pelajaran penting tentang ketekunan, kerjasama, dan kedekatan dengan alam. Tidak heran jika kini banyak Milenial dan Gen Z yang menjadikan mendaki sebagai bagian dari gaya hidup sadar diri.ย (*)


Leave a Reply